Story Telling: Senja Terbaikku di Pantai Wedi Ombo

Pernah engga sih, kamu merasa damai, seakan dunia berhenti sejenak untuk memberikan mu ruang bernapas? itulah yang kurasakan saat pertama kali menginjakkan kaki di Pantai Wedi Ombo, permata tersembunyi di ujung selatan Gunungkidul, Yogyakarta.

Hari itu, langit cukup bersahabat. Aku dan tiga temanku berangkat cukup terlambat, yaitu sekitar pukul 14.30 sore dari kota Solo, menempuh perjalanan sekitar dua setengah jam. Jalan menuju pantai sempit, berkelok, dan dikelilingi oleh bukit-bukit kapur yang menjulang serta pohon jati. Tapi semua rasa ingin segera sampai dan takut akan terkena gelap sehingga tidak bisa menikmati keindahan pantai terbayar lunas begitu kami tiba. Kami pun terburu-buru untuk segera menuju bibir pantai. 

Begitu sampai pada bibir pantai, suara debur ombak langsung menyambut-keras, tapi menenangkan. Wedi Ombo dalam bahasa Jawa berarti “pasir yang luas”, dan memang pantai ini punya hamparan pasir putih yang cukup lapang untuk bermain, berlarian, atau sekadar rebahan.

Disana juga ada kolam alami yang terbuat dari batu-batu karang. Sangat disayangkan, kami tidak sempat untuk melihat dan hanya menikmati pesona matahari tenggelam. Ketika itu air laut sedang surut, ini juga karena sudah sore dan hampir petang.Tak banyak kata yang terucap saat itu. Hanya diam, kagum, dan rasa syukur yang mengendap dalam hati. Oiya, tidak lupa untuk mengabadikan momen. Menjelang Magrib, kita bergegas untuk bersiap-siap naik dan meninggalkan tempat. Walau rasanya masih ingin menikmati, tetapi apa juga yang dinikmati wong sudah hampir gelap. Tak menggapa, semoga besok kita bisa kembali lagi ke Pantai Wedi Ombo. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku: Tentang Kamu Karya Tere Liye

Review Buku: Hujan Karya Tere Liye

zekay come back